Gejala Dismenore

Gejala Dismenore

DEFINISI
Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi.


PENYEBAB
Disebut dismenore primer jika tidak ditemukan penyebab yang mendasarinya dan dismenore sekunder jika penyebabnya adalah kelainan kandungan. Dismenore primer sering terjadi, kemungkinan lebih dari 50% wanita mengalaminya dan 15% diantaranya mengalami nyeri yang hebat. Biasanya dismenore primer timbul pada masa remaja, yaitu sekitar 2-3 tahun setelah menstruasi pertama.

Nyeri pada dismenore primer diduga berasal dari kontraksi rahim yang dirangsang oleh prostaglandin. Nyeri dirasakan semakin hebat ketika bekuan atau potongan jaringan dari lapisan rahim melewati serviks (leher rahim), terutama jika saluran serviksnya sempit. Faktor lainnya yang bisa memperburuk dismenore adalah:
- rahim yang menghadap ke belakang (retroversi)
- kurang berolah raga
- stres psikis atau stres sosial.

Pertambahan umur dan kehamilan akan menyebabkan menghilangnya dismenore primer. Hal ini diduga terjadi karena adanya kemunduran saraf rahim akibat penuaan dan hilangnya sebagian saraf pada akhir kehamilan.

Perbedaan beratnya nyeri tergantung kepada kadar prostaglandin. Wanita yang mengalami dismenore memiliki kadar prostaglandin yang 5-13 kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak mengalami dismenore. Dismenore sangat mirip dengan nyeri yang dirasakan oleh wanita hamil yang mendapatkan suntikan prostaglandin untuk merangsang persalinan.

Dismenore sekunder lebih jarang ditemukan dan terjadi pada 25% wanita yang mengalami dismenore. Penyebab dari dismenore sekunder adalah:

* Endometriosis
* Fibroid
* Adenomiosis
* Peradangan tuba falopii
* Perlengketan abnormal antara organ di dalam perut.
* Pemakaian IUD.

Dismenore sekunder seringkali mulai timbul pada usia 20 tahun.


GEJALA
Dismenore menyebabkan nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang-timbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada. Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Dismenore juga sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.


PENGOBATAN
Untuk mengurangi rasa nyeri bisa diberikan obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen, naproxen dan asam mefenamat). Obat ini akan sangat efektif jika mulai diminum 2 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai hari 1-2 menstruasi. Selain dengan obat-obatan, rasa nyeri juga bisa dikurangi dengan:
- istirahat yang cukup,
- olahraga yang teratur (terutama berjalan),
- pemijatan,
- orgasme pada aktivitas seksual, dan
- kompres hangat di daerah perut.

Untuk mengatasi mual dan muntah bisa diberikan obat anti mual, tetapi mual dan muntah biasanya menghilang jika kramnya telah teratasi. Gejala juga bisa dikurangi dengan istirahat yang cukup serta olahraga secara teratur.

Jika nyeri terus dirasakan dan mengganggu kegiatan sehari-hari, maka diberikan pil KB dosis rendah yang mengandung estrogen dan progesteron atau diberikan medroxiprogesteron. Pemberian kedua obat tersebut dimaksudkan untuk mencegah ovulasi (pelepasan sel telur) dan mengurangi pembentukan prostaglandin, yang selanjutnya akan mengurangi beratnya dismenore. Jika obat ini juga tidak efektif, maka dilakukan pemeriksaan tambahan (misalnya laparoskopi).

Jika dismenore sangat berat bisa dilakukan ablasio endometrium, yaitu suatu prosedur dimana lapisan rahim dibakar atau diuapkan dengan alat pemanas. Pengobatan untuk dismenore sekunder tergantung kepada penyebabnya

Penyebab Kanker Penis

Penyebab Kanker Penis

DEFINISI
Kanker Penis adalah keganasan pada penis.


PENYEBAB
Diduga penyebabnya adalah smegma (cairan berbau yang menyerupai keju, yang terdapat di bawah kulit depan glans penis). Tetapi penyebabnya yang pasti tidak diketahui. Pria tidak disunat yang tidak menjaga kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis dan pria yang pernah menderita herpes genitalis memiliki resiko tinggi menderita kanker penis.


GEJALA
Gejalanya berupa :
- Luka pada penis,
- Luka terbuka pada penis,
- Nyeri penis dan perdarahan dari penis (pada stadium lanjut).


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada penis tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil.  Biopsi dilakukan untuk memperkuat diagnosis.


PENGOBATAN
Pengobatan kanker penis bervariasi, tergandung kepada lokasi dan beratnya tumor:
  • Kemoterapi
    Kemoterapi bisa dilakukan sebagai tambahan terhadap pengangkatan tumor.

  • Pembedahan
    Jika tumornya terbatas pada daerah kecil di ujung penis, dilakukan penektomi parsial (pengangkatan sebagian kecil penis).  Untuk stadium lanjut dilakukan penektomi total disertai uretrostomi (pembuatan lubang uretra yang baru di daerah perineum).

  • Terapi Penyinaran
    Terapi penyinaran dilakukan setelah pengangkatan tumor yang terlokalisir dan tumor yang belum menyebar. Efek samping dari terapi penyinaran adalah nafsu makan berkurang, lelah, reaksi kulit (misalnya iritasi dan kemerahan), cedera atau luka bakar pada rektum, sistitis dan hematuria. Penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8 minggu.

Terjadinya Pembengkakan Pada Penis

Terjadinya Pembengkakan Pada Penis

DEFINISI
Balanitis adalah radang pada kepala penis (bentuk kerucut pada ujung penis). Posthitis adalah radang pada kulup. Secara umum, jamur atau infeksi bakteri di bawah kulup menyebabkan posthitis. Radang pada kepala penis dan kulup (balanoposthitis) bisa juga terjadi.

Peradangan tersebut menyebabkan nyeri, rasa gatal, kemerahan, dan bengkak dan bisa akhirnya menyebabkan penyempitan (stricture) pada urethra. Pria yang mengalami balanoposthitis mengalami peningkatan resiko berkembangnya balanitis xerotica obliterans, phimosis, paraphimosis, dan kanker di kemudian hari.

Pada balanitis xerotica obliterans, peradangan kronis menyebabkan kulit di sekitar ujung penis menjadi keras dan kembali putih. Pembukaan urethra seringkali dikelilingi oleh kulit putih yang keras ini, yang segera menyumbat aliran kemih dan semen. Krim anti radang atau anti bakteri bisa meringankan peradangan, tetapi seringkali urethra harus dibuka kembali dengan operasi.

Pada phimosis, kulit khitan menempel dan tidak dapat ditarik kembali sepanjang kepala penis. Keadaan ini adalah normal pada bayi yang baru lahir atau anak kecil dan biasanya tanpa pengobatan hingga pubertas. Pada pria yang lebih tua, phimosis bisa diakibatkan dari iritasi berkepanjangan atau balanoposthitis berulang. Kulit khitan yang diikat bisa berhubungan dengan berkemih dan kegiatan seks dan bisa meningkatkan resiko infeksi saluran kemih. Pengobatan yang umum adalah sunat.

Pada paraphimosis, kulit khitan yang ditarik kembali tidak dapat didorong ke depan untuk melindungi kepala penis. Keadaan tersebut paling sering terjadi setelah ahli medis menarik kembali kulit khitan sebagai bagian pada prosedur medis atau jika seseorang mendorong ke belakang kulit khitan untuk membersihkan penis pada seorang anak dan lupa untuk mendorongnya ke arah belekang. Tekanan yang meningkat segera mencegah darah mencapai penis, yang akan mengakibatkan kerusakan jaringan penile jika kulit khitan tidak didorong ke arah belakang. Penyunatan atau pembelaha pada kulit khitan meringankan paraphimosis.

Erythroplasia dari queyrat biasanya terjadi pada pria yang tidak disunat. Yang menghasilkan daerah terpisah, kemerah-merahan, seperti beludru pada penis, biasanya di atas atau pada dasar kepala penis. Penyebab tersebut kemungkinan iritasi lama pada penis di bawah kulit khitan. Jika awalnya bukan kanker, erythroplasia dari queyrat bisa menjadi kanker jika dibiarkan tidak diobati.

Pengangkatan contoh jaringan untuk diteliti di bawah mikroskop (biopsi) memastikan diagnosa erythroplasia dari queryrat diobati dengan krim mengandung obat fluorouracil.

Jenis-Jenis Masalah Sperma

Jenis-Jenis Masalah Sperma

DEFINISI
Untuk menjadi subur, seorang pria harus bisa untuk mengeluarkan sperma normal dalam jumlah yang cukup ke vagina wanita, dan sperma harus bisa membuahi sel telur. Kondisi yang bertentangan dengan proses ini bisa membuat seorang pria kurang subur.


PENYEBAB
Kondisi yang meningkatkan suhu pada testis (dimana sperma dihasilkan) bisa mengurangi jumlah sperma dalam jumlah besar dan gerakan sperma yang kuat bisa meningkatkan jumlah sperma yang tidak normal. Suhu kemungkinan meningkat dengan berhubungan dengan panas yang berlebihan, gangguan yang menghasilkan demam jangka panjang, testis yang tidak turun (kelainan langka yang hadir pada saat lahir, dan pembuluh varicose pada testis (varicocele).

Gangguan hormon tertentu atau genetik bisa menghalangi produksi sperma. Gangguan hormon termasuk hyperprolactinemia, hypothyroidusm, hypogonadism, dan gangguan pada kelenjar adrenalin (yang menghasilkan hormon testosteron dan hormon lain) atau kelenjar pituitari (yang mengendalikan produksi testosteron). Gangguan genetik meliputi kelainan pada kromosom seks, yang terjadi pada sindrom Klinefelter.

Penyebab lain pada pengurangan produksi sperma termasuk penyakit gondok yang mempengaruhi testis (penyakit gondok orchitis), luka pada testis, berhubungan dengan industri atau racun lingkungan, dan obat-obatan. Obat-obatan termasuk androgen (seperti testosteron), aspirin ketika digunakan untuk jangka waktu lama, chlorambucil, cimetidine, colchicines, kortikosteroid (seperti prednison), cotrimoxazole, cyclophosphamide, obat-obatan digunakan untuk mengobati malaria, estrogen digunakan untuk mengobati kanker prostat, mariyuana, medroxyprogesteron, methotrexate, penghambat monoamine oxidase (MAOIs-salah satu jenis antidepresan), nikotin, nitrofurantoin, opoid (narkotika), spironolactone, dan sulfasalazine.

Penggunaan steroid anabolik bisa mempengaruhi kadar hormon dan dengan demikian juga menghalangi produksi sperma. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan bisa mengurangi produksi sperma. Beberapa gangguan menghasilkan kekosongan lengkap pada sperma di dalam semen (azoospermia). Termasuk gangguan serius pada testis dan penyumbatan atau kehilangan vasa deferentia, kehilangan seminal vesicles, dan penyumbatan pada kedua kantung ejaculator.

Kadangkala, semen, yang mengandung sperma, bergerak dalam perintah yang salah (ke dalam kantung sebagai ganti penis turun). Gangguan ini, disebut ejakulasi retrograde, lebih sering terjadi pada pria yang mempunyai diabetes atau mereka yang mengalami operasi panggul, seperti pengangkatan prostat. Kemandulan bisa terjadi.


DIAGNOSA
Dokter bertanya kepada pria tersebut mengenai riwayat kesehatan dan melakukan penelitian fisik untuk berusaha mengidentifikasi penyebab. Dokter memeriksa kelainan fisik, seperti testis yang tidak turun, dan tanda hormon atau gangguan genetik yang bisa menyebabkan kemandulan. Kadar hormon (termasuk testosteron) kemungkinan diukur di dalam darah.

Seringkali, semen diperiksa, prosedur penyaringan utama untuk kemandulan pria, diperlukan. Untuk prosedur ini, pria tersebut diminta untuk tidak ejakulasi untuk 2 sampai 3 hari sebelum analisa. Kemudian dia diminta untuk ejakulasi, biasanya dengan masturbasi, ke dalam gelas penampung bening, dianjurkan di dalam laboratorium. Untuk pria yang mengalami kesulitan menghasilkan contoh semen dengan cara ini, kondom khusus yang tidak mempunyai pelumas atau racun kimia untuk sperma bisa digunakan untuk menampung semen selama hubungan seks.

Analisa didasarkan pada dua atau tiga contoh, diperoleh setidaknya 2 minggu terpisah, lebih masuk akal dibandingkan analisa yang didasarkan pada contoh tunggal. Volume pada contoh semen diukur. Apakah warna dan kekentalan semen adalah normal dipastikan. Sperma tersebut diteliti di bawah mikroskop untuk memastikan apakah mereka tidak normal dalam bentuk, ukuran, gerakan, atau jumlah.

Jika contoh semen tidak normal, analisa kemungkinan diulangi karena contoh dari pria yang sama secara normal sangat bervariasi. Jika semen masih terlihat tidak normal, dokter berusaha untuk mengidentifikasi penyebabnya. Meskipun begitu, jumlah sperma yang sedikit bisa mengindikasi hanya terlalu sedikit waktu telah berlalu sejak ejakulasi atau hanya beberapa semen disimpan dalam tempat penampungan. Lebih lanjut, jumlah sperma yang sedikit tidak berarti bahwa kesuburan berkurang, dan jumlah sperma normal tidak menjamin kesuburan.

Tes pada fungsi dan kualitas sperma bisa dilakukan. Salah satu tes mendeteksi antibodi pada sperma. Yang lainnya memastikan apakah selaput sperma tetap utuh. Masih yang lainnya bisa memastikan kemampuan sperma untuk memperoleh informasi lebih terperinci mengenai produksi sperma dan fungsi testis.


PENGOBATAN
Clomiphene, obat yang digunakan untuk memicu (induce) ovulasi pada wanita, kemungkinan digunakan untuk usaha meningkatkan jumlah sperma pada pria. Meskipun begitu, clomiphene tidak meningkatkan kemampuan sperma untuk memindahkan atau mengurangi jumlah sperma yang tidak normal, dan tidak terbukti meningkatkan kesuburan.

Untuk pria yang memiliki jumlah sperma normal, pembuahan buatan bisa sedikit meningkatkan kesempatan pasangan mereka untuk hamil. Teknik ini menggunakan bagian pertama pada semen yang diejakulasi, sperma yang sangat kental. Teknik yang memilih hanya sperma aktif (sperma yang dicuci) sedikit lebih berhasil. Pada pembuahan vitro, seringkali sperma intracytoplasmic disuntikan (suntikan sperma tunggal ke dalam sel telur tunggal), dan ganete intrafallopian tube transfer (GIFT) lebih kompleks dan prosedurnya mahal. Mereka berhasil mengobati berbagai jenis kemandulan pria.

Untuk pria yang tidak menghasilkan sperma, menyuntikkan wanita tersebut dengan sperma dari pria lain (seorang donor) kemungkinan dipertimbangkan. Karena bahaya penyakit kelamin menular, termasuk infeksi HIV, contoh semen segar dari donor tidak boleh digunakan. Sebagai gantinya, contoh sperma yang dibekukan diperoleh dari bank sperma bersertifikat, yang telah menguji donor untuk penyakit kelamin menular.

Varicocele bisa diobati dengan cara operasi. Kadangkala peningkatan kesuburan sebagai hasilnya. Pasangan pria yang memiliki masalah kesuburan kemungkinan diobati dengan gonadotropin manusia, untuk merangsang sel telur untuk matang dan bisa dilepaskan.

Apa Itu Massa Skrotum?

Apa Itu Massa Skrotum?

DEFINISI
Massa Skrotum adalah suatu benjolan atau pembengkakan yang bisa dirasakan di dalam skrotum (kantung zakar).

Massa skrotum yang jinak bisa merupakan:

* Hematokel
* Hidrokel
* Varikokel
* Spermatokel.


PENYEBAB
Penyebab terbentuknya massa di dalam skrotum bervariasi dan bisa merupakan sesuatu yang jinak maupun keganasan.

Penyebab dari pembentukan massa skrotum bisa berupa:
- Peradangan maupun infeksi (misalnya epididimitis)
- Cedera fisik pada skrotum
- Herniasi (hernia inguinalis)
- Tumor.
Angka kejadian dan faktor resikonya bervariasi, tergantung kepada penyebabnya.


GEJALA
Secara umum, massa skrotum menimbulkan gejala sebagai berikut:

* Benjolan/pembengkakan di dalam skrotum, dengan ataupun tanpa rasa nyeri
* Bisa terjadi kemandulan
* Skrotum membesar.


Hematokel

Hematokel adalah penimbunan darah yang biasanya terjadi setelah skrotum mengalami cedera. Jika hanya sedikit, biasanya darah akan kembali diserap; tetapi jika banyak, perlu dilakukan pembedahan untuk membuangnya.


Hidrokel

Hidrokel adalah penimbunan cairan di dalam selaput yang membungkus testis, yang menyebabkan pembengkakan lunak pada salah satu testis. Hidrokel bisa merupakan bawaan lahir atau didapat di kemudian hari; bisa hanya menyerang salah satu maupun kedua sisi skrotum.

Hidrokel sering ditemukan pada bayi baru lahir. Hidrokel terjadi akibat adanya kegagalan penutupan saluran tempat turunnya testis dari rongga perut ke dalam skrotum. Cairan peritoneum mengalir melalui saluran yang terbuka tersebut dan terperangkap di dalam skrotum sehingga skrotum membengkak. Secara normal, hidrokel akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan setelah bayi lahir.

Hidrokel juga bisa terjadi akibat:
- peradangan atau cedera pada testis maupun epididimis
- penyumbatan cairan atau darah di dalam korda spermatika.
Kadang hidrokel berhubungan dengan hernia inguinalis. Jika jumlah cairan yang terkumpul berubah-ubah, maka kemungkinan besar penyebabnya adalah hernia inguinalis.


Varikokel

Varikokel adalah varises di dalam skrotum. Varikokel terjadi akibat kelainan pada katup vena di sepanjang korda spermatika. Kelainan katup ini menghambat aliran darah sehingga darah mengalir kembali dan terjadi pelebaran vena. Perkembangan varikokel biasanya berlangsung lambat dan bisa tanpa gejala. Lebih sering menyerang pria berusia 15-25 tahun.

Varikokel merupakan penyebab terjadinya kemandulan pada 39% penderita kemandulan. Varikokel yang muncul secara tiba-tiba pada usia lanjut bisa disebabkan oleh tumor ginjal yang telah mengenai vena renalis dan menyebabkan gangguan aliran darah melalui vena spermatika.

Varikokel biasanya terbentuk di skrotum sebelah kiri, massa ini biasanya terasa/tampak nyata jika penderita berdiri dan menghilang jika penderita bersandar karena aliran darah ke vena tersebut berkurang.

Spermatokel

Spermatokel adalah suatu massa di dalam skrotum yang menyerupai kista, yang mengandung cairan dan sel sperma yang mati. Jika ukurannya besar dan mengganggu, bisa dilakukan pembedahan untuk mengangkatnya.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksan fisik menunjukkan adanya massa di dalam skrotum yang:
- Unilateral (hanya ditemukan pada salah satu testis)
- Lunak
- Licin, berkelok-kelok atau bentuknya tidak beraturan
- Berfluktuasi, berbatas tegas atau padat.

Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah:

* USG skrotum
* Biopsi.

Adanya hidrokel bisa diketahui dengan menyinari skrotum dengan lampu senter. Skrotum yang terisi cairan jernih akan tembus cahaya (transiluminasi). Varikokel teraba sebagai massa yang berkelok-kelok di sepanjang korda spermatika.


PENGOBATAN
Hematokel, hidrokel dan spermatokel biasanya jinak dan tidak perlu diobati. Kadang perlu dilakukan pembedahan untuk membuang darah, cairan ataupun sel-sel yang mati. Hidrokel biasanya tidak berbahaya dan pengobatan biasanya baru dilakukan jika penderita sudah merasa terganggu atau merasa tidak nyaman atau jika hidrokelnya sedemikian besar sehingga mengancam aliran darah ke testis.

Pengobatannya bisa berupa aspirasi (pengisapan cairan) dengan bantuan sebuah jarum atau pembedahan. Tetapi jika dilakukan aspirasi, kemungkinan besar hidrokel akan berulang dan bisa terjadi infeksi. Setelah dilakukan aspirasi, bisa disuntikkan zat sklerotik (misalnya tetrasiklin, natrium tetra desil sulfat atau urea) untuk menyumbat/menutup lubang di kantung skrotum sehingga cairan tidak akan tertimbun kembali.

Hidrokel yang berhubungan dengan hernia inguinalis harus diatasi dengan pembedahan sesegera mungkin. Varikokel bisa diatasi secara konservatif dengan menggunakan penyangga skrotum. Tetapi jika nyeri menetap, terjadi kemandulan atau terjadi penciutan testis, maka dilakukan ligasi (pengikatan).

Masalah Kesehatan Pria

Penyebab Kanker Testis (Buah Zakar)

DEFINISI
Kanker Testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar), yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar).


PENYEBAB
Kebanyakan kanker testis terjadi pada usia di bawah 40 tahun. Penyebabnya yang pasti tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang menunjang terjadinya kanker testis:

* Testis undesensus (testis yang tidak turun ke dalam skrotum)
* Perkembangan testis yang abnormal
* Sindroma Klinefelter (suatu kelainan kromosom seksual yang ditandai dengan rendahnya kadar hormon pria, kemandulan, pembesaran payudara (ginekomastia) dan testis yang kecil).


Faktor lainnya yang kemungkinan menjadi penyebab dari kanker testis tetapi masih dalam taraf penelitian adalah pemaparan bahan kimia tertentu dan infeksi oleh HIV. Jika di dalam keluarga ada riwayat kanker testis, maka resikonya akan meningkat. 1% dari semua kanker pada pria merupakan kanker testis. Kanker testis merupakan kanker yang paling sering ditemukan pada pria berusia 15-40 thun.

Kanker testis dikelompokkan menjadi:

1. Seminoma : 30-40% dari semua jenis tumor testis.
Biasanya ditemukan pada pria berusia 30-40 tahun dan terbatas pada testis.
2. Non-seminoma : merupakan 60% dari semua jenis tumor testis.
Dibagi lagi menjadi beberapa subkategori:
- Karsinoma embrional : sekitar 20% dari kanker testis, terjadi pada usia 20-30 tahun dan sangat ganas. Pertumbuhannya sangat cepat dan menyebar ke paru-paru dan hati.
- Tumor yolk sac : sekitar 60% dari semua jenis kanker testis pada anak laki-laki.
- Teratoma : sekitar 7% dari kanker testis pada pria dewasa dan 40% pada anak laki-laki. - Koriokarsinoma.
- Tumor sel stroma : tumor yang terdiri dari sel-sel Leydig, sel Sertoli dan sel granulosa. Tumor ini merupakan 3-4% dari seluruh jenis tumor testis. Tumor bisa menghasilkan hormon estradiol, yang bisa menyebabkan salah satu gejala kanker testis, yaitu ginekomastia.


GEJALA
Gejala berupa:
- Testis membesar atau teraba aneh (tidak seperti biasanya)
- Benjolan atau pembengkakan pada salah satu atau kedua testis
- Nyeri tumpul di punggung atau perut bagian bawah - Ginekomastia
- Rasa tidak nyaman/rasa nyeri di testis atau skrotum terasa berat.
Tetapi mungkin juga tidak ditemukan gejala sama sekali.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:

* USG skrotum
* Pemeriksaan darah untuk petanda tumor AFP (alfa fetoprotein), HCG (human chorionic gonadotrophin) dan LDH (lactic dehydrogenase).
Hampir 85% kanker non-seminoma menunjukkan peningkatan kadar AFP atau beta HCG.
* Rontgen dada (untuk mengetahui penyebaran kanker ke paru-paru)
* CT scan perut (untuk mengetahui penyebaran kanker ke organ perut)
* Biopsi jaringan.


PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada jenis, stadium dan beratnya penyakit. Setelah kanker ditemukan, langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan jenis sel kankernya. Selanjutnya ditentukan stadiumnya:

* Stadium I : kanker belum menyebar ke luar testis
* Stadium II : kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di perut
* Stadium III : kanker telah menyebar ke luar kelenjar getah bening, bisa sampai ke hati atau paru-paru.

Ada 4 macam pengobatan yang bisa digunakan:

1. Pembedahan : pengangkatan testis (orkiektomi dan pengangkatan kelenjar getah bening (limfadenektomi
2. Terapi penyinaran : menggunakan sinar X dosis tinggi atau sinar energi tinggi lainnya, seringkali dilakukan setelah limfadenektomi pada tumor non-seminoma.
Juga digunakan sebagai pengobatan utama pada seminoma, terutama pada stadium awal.
3. Kemoterapi : digunakan obat-obatan (misalnya cisplastin, bleomycin dan etoposid) untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi telah meningkatkan angka harapan hidup penderita tumor non-seminoma.
4. Pencangkokan sumsum tulang : dilakukan jika kemoterapi telah menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang penderita.

Tumor Seminoma :
- Stadium I diobati dengan orkiektomi dan penyinaran kelenjar getah bening perut
- Stadium II diobati dengan orkiektomi, penyinaran kelenjar getah bening dan kemoterapi dengan sisplastin
- Stadium III diobati dengan orkiektomi dan kemoterapi multi-obat.

Tumor Non-Seminoma:
- Stadium I : diobati dengan orkiektomi dan kemungkinan dilakukan limfadenektomi perut
- Stadium II : diobati dengan orkiektomi dan limfadenektomi perut, kemungkinan diikuti dengan kemoterapi
- Stadium III : diobati dengan kemoterapi dan orkiektomi.

Jika kankernya merupakan kekambuhan dari kanker testis sebelumnya, diberikan kemoterapi beberapa obat (ifosfamide, cisplastin dan etoposid atau vinblastin).

Pembalut Herbal

Pantiliner (Warna Hijau) 10 lembar per bungkus
  • Ukuran : Panjang 155 mm
  • Penggunaan : Harian saat tidak menstruasi
  • Fungsi : Menyerap cairan yang keluar dengan efektif, sehingga terasa bersih dan segar selalu, nyaman dan lembut ketika masa tidak haid
  • Day Use (Warna Biru) desain unik untuk mencegah kebocoran, dengan lekuk tepi yang panjang, untuk pencegahan kebocoran yang efektif dan maksimal
  • Kemasan : 4pcs/pack
  • Ukuran : Panjang 240 mm
  • Penggunaan : Siang hari saat menstruasi
  • Kandungan : Kaya akan gel untuk daya serap dan penyimpanan yang lebih kuat.
HIBS Night Use (Warna Pink)
  • Kemasan : 4 pcs/pack
  • Ukuran : Panjang 295 mm
  • Penggunaan : Malam hari saat menstruasi atau pasca melahirkan
  • Diperkaya dengan gel untuk daya serap dan penyimpanan yang lebih kuat.

More Info : 2309195A (pin BB)